Puisi: Cerita Dibalik Topeng

Dulu engkau sangat di banggakan

Dulu engkau tidak pernah di lupa

Semua mata tertuju pada wajahmu

Semua bibir terbesit keindahanmu

Damai dan penopang kehidupan disekitarmu

Tanah dan lahan kosong yang menghijau

Tanaman dan pohon yang rindang

Bagaikan hamparan bunga-bunga pada musim semi

Senyum dan kicauan burung-burung yang menari

Sedang mementaskan naskah panorama bumi yang ciamik

Anak dan orang tua banyak yang bertanya pada angin

Apakah sudah tidak ada lagi kesejukan untuk kami

Apakah sudah hilang dongeng dan cerita

Untuk generasi kami yang sudah mulai melupakan rahmat yang menghidupinya

Atau itu hanya pengantar tidur sibuyung

Wahai orang tua kami, oi……………..

Kenapa masih selalu menyembunyikan wajah dibaling topengmu

Pembaharuan apa yang kau letakkan diatas sendi-sendi kemajuan

Sungguh bijak kah mengganti suara alam dengan suara mesin dan kendaraan berat

Dengan dalih mederenisasi yang melupakan legenda

apa yang kau fikirkan wajah dibalik topeng

kami bisa menikmati pohon-pohon beton yang angkuh

yang membuat akar yang melillit melulut

dan dikekang karena tidak pernah diberi air cinta dan kenyamanan

tuk masuk dalam singgasanamu, melihat wajahmu sekarang

atau masikah disuruh mencari sendiri sementara haknya kau kantongi

dengan satu kata pamungkas “tidak ada” atau untuk membangun tembok raksasa

untuk melindungi wajah dibalik topengmu

sadarlah wajahmu kini mulai keriput atau memang udah nga punya wajah

 

Karya: Welly Comeback Tomorrow

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments