Jiwa-Jiwa Yang Terluka

Oleh : Mila Pawa dan Khittah Tame

Ketika kita mulai saling menyapa
Gugup berdenyut dalam ragu
Menyakinkan satu sama lain dalam ikatan

Walau jiwa-jiwa itu memilih untuk berteduh dalam rumahnya sendiri

Yakinlah, tiada kata selain kita dalam untaian-untaian yang telah terpatri dalam keanggunannya

Putihpun mengabu, kita pun menjadi gagu hanya untuk menyatu

Senja menjadi gelap gulita, kemana ‘kah purnama itu?

Ketika waktu berlalu
Harapan itu telah menjadi arti yang lain
Menjadi punggung yang tak akan pernah bisa dilihat oleh mata

Berharap bersama
Merangkul jiwa-jiwa yang terluka

Berjalanlah bersama
Tanpa pernah merasa akan pulang

Untuk kalian terima kasih
Ruang kecil hangat yang telah kalian berikan

Tolong lupakan omongan-omongan kosong yang menghantui kalian

Salam cinta untuk jiwa-jiwa yang terluka.

Samarinda, 20 Mei 2023

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments