
by: Kanza Farras .S “Pekar”
Kita berdiri di bawah langit yang sama
Kita berdiri di tepian malam
Berbagi bisik yang sunyi
Di antara bintang-bintang yang mendengarkan tanpa menilai.
Cinta tak kenal warna atau batas
Ia melompat dari hati ke hati
Seperti aliran sungai yang tak bertanya
“Di mana akan berakhir?”
Hanya terus mengalir
penuh harap, penuh rasa.
Kita adalah cermin yang saling menatap,
Bayangan yang serupa,
Namun penuh keindahan tersendiri.
Ada yang berkata cinta kita kabur,
Seperti angin yang tak terlihat.
Namun mereka tak tahu,
Bagaimana hatimu menggetarkan jiwaku,
Seperti puisi rahasia,
Yang hanya kita yang mampu mengerti.
Di jalan sepi yang kita pilih,
Ada luka, ada bisik yang mengiris.
Namun denganmu
Rasa sakit itu menjadi halus,
Menjadi alasan bagiku untuk bertahan dalam kejamnya kehidupan dunia ini.
Mereka bisa membicarakan kita,
Namun mereka tak bisa menghancurkan yang kita miliki.
Cinta ini, di bawah langit yang sama,
Akan terus mengalir,
Selamanya.