Pada tanggal 4 September 2024, UKM Teater Yupa berhasil menyajikan sebuah pementasan monolog yang mendalam berjudul Tolong, karya N. Riantiarno. Pementasan ini merupakan bagian dari acara Peksiminas XVII, yang bertempat di Ruang Rapat Gedung B UNJ, dan berhasil mementaskan naskah yang memiliki penuh makna sosial.

Pada tanggal 4 September 2024, UKM Teater Yupa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil menggelar pementasan monolog berjudul “Tolong” di Ruang Rapat Gedung B UNJ. Acara yang dimulai pada pukul 19.00 WIB ini menjadi bagian dari Peksiminas XVII, dengan membawa tema penting mengenai perjuangan dan ketidakadilan yang dialami oleh pekerja migran Indonesia.
Sekilas Pementasan
Pementasan Tolong karya N. Riantiarno mengisahkan kisah emosional Atikah, seorang TKW yang menceritakan pengalamannya dengan penuh penderitaan akibat eksploitasi dan kekerasan yang diterimanya di luar negeri. Melalui monolog panjang, Atikah mengungkapkan pergulatan batinnya dalam menghadapi kenyataan pahit, sekaligus memberikan kritik tajam terhadap sistem yang tidak peduli terhadap nasib pekerja migran.
Detail Produksi
- Sutradara: Tanpa Sutradara Khusus
- Aktris: Regina Olivia Chandra
Sinopsis Cerita
Atikah, seorang TKW, bercerita tentang perasaan terasingnya di negeri orang, di mana ia terus-menerus menghadapi kekerasan fisik dan mental. Di tengah penderitaannya, Atikah menggali berbagai perasaan dan kenangan yang mengungkapkan betapa berat beban yang harus dia pikul. Melalui monolog yang penuh emosi, Atikah berbicara tentang ketidakadilan yang ia alami, sambil mempertanyakan bagaimana negara dan masyarakat tidak memperhatikannya.
Pesan dan Pendekatan Artistik
Pementasan ini menggunakan tata panggung minimalis, dengan pencahayaan dramatis yang memperkuat kesan terasing dan melankolis. Suara latar seperti sirine dan petir menambah ketegangan dan kesedihan dalam cerita. Pementasan ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran sosial mengenai isu pekerja migran dan perlindungan yang harus mereka terima.
Pementasan Monolog Tolong ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi para penonton. Meskipun sederhana dalam tata panggung, kekuatan ekspresi aktor dan kritik sosial yang tajam membuat pementasan ini menjadi lebih dari sekadar pertunjukan teater. Terima kasih kepada seluruh tim produksi, tim artistik, dan penonton yang telah mendukung kesuksesan acara ini, yang menjadi ruang refleksi bagi siapa saja yang peduli terhadap nasib pekerja migran. Sampai jumpa di PEKSIMINAS XVIII !